Pendahuluan
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk pada kaki. Keseimbangan berkurang, otot melemah, dan sendi tidak sekuat dulu. Hal sederhana seperti memilih sepatu atau sandal ternyata bisa sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan lansia.
Banyak orang menganggap semua alas kaki itu sama. Padahal, pemilihan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko terpeleset, jatuh, bahkan cedera serius. Oleh karena itu, penting bagi lansia dan keluarga untuk memahami bagaimana memilih sepatu atau sandal yang benar.
![]() |
| Sepatu dan sandal untuk lansia harus dipilih dengan baik. (Sumber: foto-grup) |
Mengapa Pemilihan Sepatu atau Sandal Sangat Penting?
Bagi lansia, sepatu bukan sekadar pelindung kaki. Fungsi utamanya adalah menjaga keseimbangan dan mencegah cedera.
Risiko yang bisa terjadi jika salah memilih alas kaki:
- Mudah terpeleset di lantai licin
- Kaki terasa nyeri atau pegal
- Postur tubuh menjadi tidak stabil
- Risiko jatuh meningkat
Jatuh pada lansia bukan hal sepele. Dampaknya bisa panjang, mulai dari patah tulang hingga menurunnya kepercayaan diri untuk bergerak.
Ciri-Ciri Sepatu atau Sandal yang Baik untuk Lansia
Agar aman dan nyaman, berikut kriteria yang perlu diperhatikan:
1. Sol Anti Licin
Pilih alas kaki dengan bagian bawah yang tidak mudah licin, terutama untuk digunakan di dalam rumah atau kamar mandi.
2. Ringan dan Tidak Kaku
Sepatu yang terlalu berat atau kaku bisa membuat langkah menjadi tidak nyaman.
3. Ukuran Pas di Kaki
Tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar. Ukuran yang tepat membantu menjaga keseimbangan.
4. Ada Penopang Tumit
Sepatu dengan bagian belakang (heel counter) yang kuat membantu menjaga posisi kaki tetap stabil.
5. Mudah Dipakai
Pilih model dengan perekat (velcro) atau tanpa tali agar mudah digunakan tanpa harus membungkuk terlalu lama.
6. Bahan Nyaman dan Bernapas
Bahan yang lembut dan memiliki sirkulasi udara baik dapat mencegah lecet dan keringat berlebih.
Sepatu atau Sandal: Mana yang Lebih Baik?
Keduanya bisa digunakan, tetapi tergantung situasi:
Sepatu
Lebih disarankan untuk:
- Aktivitas di luar rumah
- Jalan pagi atau olahraga ringan
- Kondisi kaki yang membutuhkan perlindungan ekstra
Sandal
Cocok untuk:
- Aktivitas ringan di dalam rumah
- Lingkungan yang aman dan tidak licin
Namun, hindari sandal yang:
- Terlalu tipis
- Tidak memiliki pegangan di tumit
- Mudah terlepas saat berjalan
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari:
- Menggunakan sandal jepit setiap hari
- Memakai sepatu lama yang sudah aus
- Memilih alas kaki hanya berdasarkan model, bukan fungsi
- Menggunakan ukuran yang tidak sesuai
Tips Tambahan agar Lebih Aman
- Gunakan kaos kaki yang tidak licin
- Periksa kondisi sol sepatu secara rutin
- Hindari berjalan dengan alas kaki yang sudah rusak
- Simpan alas kaki di tempat yang mudah dijangkau
Peran Keluarga dalam Membantu Lansia
Keluarga dapat membantu dengan cara:
- Memilihkan alas kaki yang tepat
- Mengingatkan untuk tidak memakai sandal licin
- Membantu saat mencoba sepatu baru
- Memastikan lingkungan rumah aman
Perhatian kecil seperti ini dapat mencegah risiko besar.
Kesimpulan
Memilih sepatu atau sandal yang tepat untuk lansia bukan hal sepele. Alas kaki yang nyaman dan aman dapat membantu menjaga keseimbangan, mencegah jatuh, dan meningkatkan kualitas hidup.
Dengan memperhatikan bahan, ukuran, dan keamanan, lansia dapat tetap aktif dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ingat, langkah yang aman dimulai dari pilihan yang tepat.
Sumber
- World Health Organization (WHO). (2021). Falls in older age.
- National Institute on Aging. (2022). Prevent falls and fractures.
- American Podiatric Medical Association. (2020). Proper footwear for older adults.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Panduan Kesehatan Lansia.
- Menz, H.B. et al. (2016). Footwear characteristics and risk of falls in older people.

No comments:
Post a Comment